Dia berasal dari masa lalu, datang menghampiri awan. Dan pergi tanpa menoleh kebelakang.
Dia tau,dia paham, dan dia sangat mengerti dia akan pulang.Namun dilain cerita, ia ingin singgah. Bertahan, menahan keresahan yang selalu ia bawa tanpa sanggup ia ucapkan.
Dia berlari mengucapkan kalimat yang menusuk kuping."Beberapa orang mengucapkan, beberapa orang melupakan."
Bukan orang yang istimewa, tak dapat berlari tanpa kaki, namun dapat menangis tanpa ada luka, kata kata itu ia katakan saat sedang berdiri dengan rambut yang tertiup angin.
Disaat negara digencar-gencarkan oleh gerakan penolak omnibus, beberapa orang disini termasuk saya sang penulis. sedang menikmati kehidupan manusiawi yang penuh masalah. Beberapa orang memaafkan.
Dia tau,dia paham, dan dia sangat mengerti dia akan pulang.Namun dilain cerita, ia ingin singgah. Bertahan, menahan keresahan yang selalu ia bawa tanpa sanggup ia ucapkan.
Dia berlari mengucapkan kalimat yang menusuk kuping."Beberapa orang mengucapkan, beberapa orang melupakan."
Bukan orang yang istimewa, tak dapat berlari tanpa kaki, namun dapat menangis tanpa ada luka, kata kata itu ia katakan saat sedang berdiri dengan rambut yang tertiup angin.
Disaat negara digencar-gencarkan oleh gerakan penolak omnibus, beberapa orang disini termasuk saya sang penulis. sedang menikmati kehidupan manusiawi yang penuh masalah. Beberapa orang memaafkan.
Ini hanya sebuah karangan dari penulis, bukan maksud untuk menyindir. setiap kata dalam ilustrasi ini dapat diartikan berbeda, tergantung anda sang pembaca. Dan untuk saya sang penulis. Terimakasih
Komentar
Posting Komentar