.hilang


 Disuatu tempat dipagi hari,kulihat bunga yang tak lagi nampak seperti dulu,terlihat layu dan kusam.

Begitulah gambaranku tentang bunga tersebut. Ia yang tak lagi seperti dulu, dan sebuah kenangan indah bersamanya.

Kulihat bayang bayang yang pernah kulihat menghampiri ku setiap malam.

Membangun mimpi dimalam hari, dan memulainya kembali diesok pagi.

Kupikir semua akan menjadi seperti rencanaku, dimana kami dapat kembali seperti dulu,

dan semua kenangan indah yang kami lalui telah berlalu.

Aku terdiam dan terngiang saat kau bilang tak lagi bisa seperti dulu,

tapi tak kutinggal saja. "Maaf" hanya kata itu yang bisa kuucapkan sekarang ini,

secangkir kopi menghangatkanku dimalam itu, malam dimana kita berakhir.

Mungkin tuhan telah merencanakannya, namun tetapi. Ku masih mencoba mendapatkannya,

melawan takdir dan ucapan setiap orang, rasa sakit menusuk dadaku kala itu.

Kala aku merasa lelah dan pasrah atas apa yang terjadi padaku.

Tak bisa berfikir. tak semua orang memikirkannya, beberapa orang bilang itu hal bodoh,

akan tetapi, mencoba dan berharap bukanlah hal yang salah, meskipun kau jelek dan bodoh.

Menurut sang penulis kisah ini belum lah berlalu, masih ada banyak jalan yang harus ditempuh.

Dan beberapa orang yang harus dihamipiri.

Setiap orang akan memaafkanmu, tapi tidak dengan bekas lukannya, adalah kata kata yang dapat diambil untukmu sang pembaca,

dan untukku sang penulis.

Komentar